Humas Harus Narsis
Humas Harus Narsis
13 Oct 2020
Menjadi Humas, berarti harus narsis. Tujuannya agar masyarakat tahu apa yang sudah dilakukan kementerian. Hal ini disampaikan Desliana Maulipaksi dari Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di hadapan 22 peserta ketika menjadi narasumber Kegiatan Bimbingan Teknis Pengelola Publikasi dan informasi di Hotel Mercure Banjarmasin.
“Bagaimana menyampaikannya, salah satunya melalui laman resmi kemendikbud yang menjadi media referensi publik,” tegasnya di hadapan 22 peserta yang merupakan ASN dan PTT Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Selatan.
Ditambahkan wanita yang pernah menjadi reporter TV One ini, Situs Kemdikbud menjadi pintu gerbang utama Kementerian Pendidikan di dunia maya sehingga menjadi wadah optimalisasi informasi penting, pelibatan publik melalui media sosial, dan aktivasi kampanye digital.
“ Yang harus diperhatikan dalam menulis berita untuk laman kementerian adalah akurasi berdasarkan fakta dan data, bermanfaat dan menarik untuk masyarakat, menggunakan kalimat yang efektif dan efisien, berhati-hati dalam pemilihan kata, dan menjadikan KBBI dan PUEBI sebagai rujukan wajib untuk Bahasa Indonesia serta menggunakan skema piramida terbalik yang sampai saat ini masih berlaku,” paparnya.
Dijelaskannya juga alur pembuatan berita untuk konten laman dari wartawan yang mengumpulkan data di lapangan, kemudian menulisnya. Hasil tulisan akan masuk ke editor untuk disunting dan diverifikasi kelayakannya. Bila disetujui redaktur akan diteruskan ke admin untuk diunggah, bila tidak akan kembali pada penulisnya untuk diperbaiki.
“Setelah tayang, konten di laman akan dipromosikan ke akun resmi medsos kementerian,” tandasnya.
Kegiatan yang berlangsung Sabtu (10/10) sampai Senin (12/10) ini menghadirkan 2 narasumber dari BKHM Kemdikbud, Desliana Maulipaksi dan Nur Widiyanto secara daring melalui aplikasi zoom. Sementara narasumber lain, dari STMIK Banjarbaru, Banjarmasin Post, dan Dinas Komunikasi dan Informasi Banjarbaru juga memberikan materi kepada peserta secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan.





302 View