Identifikasi, Refleksi, dan Benahi Kualitas Pembelajaran dengan Rapor Pendidikan 2.0
Identifikasi, Refleksi, dan Benahi Kualitas Pembelajaran dengan Rapor Pendidikan 2.0
19 Jun 2023
JAKARTA (BPMP Kalsel) – Pada tahun
2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
(Kemendikbudristek) telah menyelenggarakan Asesmen Nasional (AN) sebagai bagian
dari evaluasi sistem pendidikan yang berfokus pada kompetensi literasi,
numerasi, karakter, serta penilaian kondisi lingkungan belajar yang mendukung
pembelajaran efektif. Data dari AN tersebut dikombinasikan dengan data
pendidikan lainnya yang disajikan melalui platform Rapor Pendidikan. Platform
ini digunakan untuk membantu satuan pendidikan dan dinas pendidikan dalam
mengidentifikasi capaian dan akar masalah, melakukan refleksi, serta merancang
strategi pembenahan berdasarkan data.
Webinar Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) pada
Kamis (15-6-2023), mengangkat tema "Identifikasi, Refleksi,dan Benahi
Kualitas Pembelajaran dengan Rapor Pendidikan 2.0". Dalam webinar tersebut
dibahas bahwa platform Rapor Pendidikan Indonesia 2.0 merupakan alat bagi
satuan pendidikan untuk melakukan pembenahan yang lebih sesuai dengan kebutuhan
dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Rapor Pendidikan 2.0 merupakan metode
baru yang revolusioner dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memperbaiki
aspek-aspek penting dalam sistem pendidikan.
Webinar tersebut menghadirkan empat narasumber,
yaitu Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Kemendikbudristek, Irsyad
Zamjani; Ketua Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Nasional, Ki Saur
Panjaitan XIII; Kepala SDN 39 Pontianak, Fatinam; dan Kepala SMPN 38 Bandung,
Suratman. Para narasumber berdiskusi dan menyampaikan pandangan-pandangan
positif mereka terhadap Rapor Pendidikan Indonesia 2.0.
Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan
Kemendikbudristek, Irsyad Zamjani, mengatakan bahwa pengetahuan dan pengalaman
mengenai pentingnya identifikasi dalam mengatasi kendala pendidikan yang
dihadapi oleh siswa, guru, dan sistem pendidikan secara keseluruhan merupakan
langkah awal yang krusial dalam melakukan perbaikan. “Oleh karena itu
pentingnya data dan informasi yang akurat serta penggunaan teknologi canggih
dalam proses identifikasi ini," ujarnya.
Terkait transformasi digital, Ketua Umum Badan
Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Nasional, Ki Saur Panjaitan XIII menuturkan
bahwa Rapor Pendidikan 2.0 dapat merujuk pada konsep atau upaya untuk
memperbarui atau memodernisasi rapor pendidikan tradisional. “Hal ini
melibatkan penggunaan teknologi digital, metrik yang lebih komprehensif, atau
pendekatan baru dalam menyajikan informasi yang lebih bermanfaat tentang
prestasi dan kemajuan siswa," katanya.
Terdapat enam indikator penting dalam Rapor
Pendidikan 2.0, yaitu kemampuan literasi, kemampuan numerasi, karakter, sistem
keamanan, kebinekaan, dan kualitas pembelajaran akademik. Meskipun berbasis
teknologi digital, Rapor Pendidikan 2.0 mudah digunakan dan dipahami. Hal
tersebut dikemukakan oleh Kepala SDN 39 Pontianak, Fatinam.”Rapor Pendidikan
2.0 sangat membantu dengan fitur-fitur yang mudah dipahami. Penting bagi
platform tersebut mudah digunakan oleh semua pihak yang terlibat, baik guru,
siswa, maupun orang tua,” tutur Fatinam.
Sementara Kepala SMPN 38 Bandung, Suratman,
mengatakan bahwa penggunaan platform Rapor Pendidikan 2.0 menjadi sebuah
kemajuan positif dalam meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, analisis data,
dan komunikasi dalam pendidikan. Rapor Pendidikan 2.0 menambahkan data dalam
bentuk grafik untuk memudahkan kepala sekolah dan guru melacak tren,
mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, dan mengambil tindakan yang tepat
guna meningkatkan kualitas pendidikan. “Dengan tambahan beberapa fitur,
pengambilan keputusan menjadi lebih akurat,” ujar Suratman.
Diskusi dalam webinar SMB juga menekankan refleksi
sebagai bagian penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Para narasumber
berbagi pendapat mengenai bagaimana refleksi yang terarah dan mendalam dapat
membantu pendidik dan siswa mengenali kekuatan dan kelemahan mereka. Refleksi
juga berperan dalam mendorong kemajuan dan peningkatan dalam pembelajaran.
Selain itu, perbaikan kualitas pembelajaran
menjadi fokus utama dalam diskusi ini. Para narasumber menyoroti pentingnya
melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses perbaikan, termasuk
siswa, guru, orang tua, dan pengambil kebijakan. Mereka berpendapat bahwa kerja
sama yang kuat dan terpadu antara semua pihak diperlukan untuk menciptakan
perubahan signifikan dalam sistem pendidikan.
Terobosan Rapor Pendidikan Indonesia 2.0
diluncurkan guna mengoptimalkan pemanfaatan platform. Kemendikbudristek terus
melakukan evaluasi dengan melibatkan masukan dan aspirasi dari para pemangku
kepentingan. Evaluasi ini mendorong Kemendikbudristek untuk melakukan
penyempurnaan platform Rapor Pendidikan secara berkelanjutan agar satuan
pendidikan memperoleh bantuan yang semakin relevan dalam merencanakan
pembenahan.
Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) yang digagas
oleh Kemendikbudristek merupakan diskusi mingguan melalui kegiatan webinar yang
diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan. SMB berperan penting sebagai wadah
publik yang menggali lebih dalam tentang terobosan dan pencapaian konsep
Merdeka Belajar. Dalam SMB, masyarakat dapat aktif berpartisipasi melalui
diskusi dan mendapatkan wawasan berharga dari narasumber yang memiliki
kompetensi dan kepercayaan yang tinggi. Kemendikbudristek mengajak publik untuk
berperan aktif dalam mendorong transformasi di bidang pendidikan, kebudayaan,
riset, dan teknologi. (Tim GMS/Desliana)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi
Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI Instagram:
instagram.com/kemdikbud.ri Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri Youtube:
KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
#MerdekaBelajar
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 286/Sipres/A6/VI/2023

783 View