Laptop Kendala Pengiriman Data PMP
Laptop Kendala Pengiriman Data PMP
22 Sep 2020
Ketersediaan laptop menjadi salah satu kendala pengiriman Data PMP. Hal ini disampaikan Nasrullah Sadiq, S.Pd dari SDN 2 Palam, Senin (21/09) di Hotel Rodhita, Banjarbaru mewakili para operator sekolah.
“Sebagian besar operator yang ada menggunakan laptop milik pribadi yang juga digunakan untuk banyak keperluan lainnya sehingga tidak memenuhi spesifikasi standar minimal untuk menginstal berbagai aplikasi yang kami perlukan,” keluhnya di hadapan narasumber dan 20 peserta Kegiatan ‘Workshop Percepatan Proses Rapor Mutu Satuan Pendidikan’.
Diharapkannya, LPMP bisa meminta sekolah memfasilitasi ketersediaan laptop yang sesuai spesifikasi yang diperlukan khusus untuk memperlancar pekerjaan operator seperti pengiriman data PMP dan rapor mutu serta tugas lainnya.
Dalam progres pengiriman data PMP, Provinsi Kalimantan Selatan menduduki peringkat 2 dalam termasuk tertinggi di Indonesia. Hanya saja, data yang terkirim tidak semuanya bisa diolah menjadi rapor mutu, sehingga terjadi kesenjangan. Bertujuan untuk meningkatkan jumlah sekolah yang memiliki rapor mutu, workshop ini dilaksanakan. Sebelumnya, LPMP juga telah melakukan monitoring dan evaluasi ke 12 kabupaten/kota.
Hal ini sebelumnya disampaikan Sucipto, S.Pd, S.ST, M.Kom, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Selatan saat membuka kegiatan ini.
“Selain itu, juga bertujuan meningkatkan jumlah sekolah yang menginstal aplikasi baru, jumlah sekolah yang bisa kirim sinkron ulang dan mengirim data PMP, meningkatkan semangat dan motivasi sekolah untuk melakukan proses pengiriman data PMP dan menggunakan aplikasi baru agar rapor mutu sekolah bisa diakses, serta dapat mengetahui permasalahan umum yang dihadapi sekolah (operator) dan mampu memberikan solusi sesuai dengan keperluan dan permasalahan yang dihadapi,” jelasnya.
Diungkapkannya, Kabupaten Banjar sudah 100 persen satuan pendidikan mengirimkan datanya, namun hanya 74.16 persen yang rapor mutunya bisa diakses. Data ini akan terus berubah, karena satuan pendidikan masih diberi kesempatan sampai 1 Oktober mendatang dengan menggunakan aplikasi versi terbaru.
Workshop yang dilaksanakan selama 3 hari ini diikuti 20 peserta. Mereka terdiri dari ASN LPMP Provinsi Kalsel yang sebelumnya ditugaskan ke kabupaten/kota untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi dengan menyebar instrumen guna mengetahui kendala yang dihadapi satuan pendidikan ditambah dari beberapa sekolah di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Bersama para narasumber, mereka akan menganalisis hasil monitoring dan evaluasi kabupaten/kota, memetakan kendala dan permasalahan dalam percepatan rapor mutu dan berusaha memberikan solusi sehingga satuan pendidikan memiliki rapor mutu hasil pemetaan tahun 2019.






319 View