Semangat Ngibar di LPMP Kalsel
Semangat Ngibar di LPMP Kalsel
03 Mar 2020
Suara hiruk-pikuk dan riuh-rendah terdengar dari Ruang Microteaching, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Selatan, Senin (02/03).Para pegawai lembaga ini terlihat sibuk dengan gawainya masing-masing.Tidak sekedar diam, kadang bicara, kadang bertanya.Tampak antusias dan bersemangat.Tapi mereka bukan sedang mabar atau main bareng game online, melainkan sedang ngibar atau ngisi bareng Sensus Penduduk (SP) Online 2020 didampingi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan Ngibar ini merupakan bentuk dukungan dan partisipasi aktif LPMP Kalsel dalam menyukseskan Program Nasional Sensus Penduduk 2020. Setelah menugaskan satu pegawai menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan menjadi anggota Kelompok Kerja (Pokja) SP 2020 Provinsi Kalimantan Selatan. LPMP Kalsel kemudian menyambut baik pendampingan yang ditawarkan pihak BPS Provinsi Kalsel melalui Pokja untuk pegawai LPMP Kalsel mengisi SP Online.
Kesempatan ini digunakan sepenuhnya oleh pegawai LPMP Kalsel. Setelah mendengar penjelasan singkat BPS Provinsi Kalsel yang diwakili Awang Pramila, BSM, MM, mereka mulai mengikuti instruksi bagaimana cara mencatatkan diri dan keluarga secara online. Maka mulailah anggota tim BPS lainnya yang terdiri dari Taufik Akbar,S.ST, Agung Setiawan Prasetya, SST, M.Si, Fahri Dayni, S.ST, MSc, dan Faisal Fathur Rachman, S.ST sibuk melayani pertanyaan dan permintaan para pegawai.
Sebelumnya, para pegawai sudah diingatkan untuk membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) untuk cek keberadaan melalui sensus.bps.go.id dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor KK. Sebagian berhasil dan langsung membuat password kemudian lanjut masuk untuk menjawab semua pertanyaan. Ketika semua pertanyaan sudah terjawab dan data semua anggota keluarga sudah ter-update, mereka langsung mengirimkannya sehingga mendapat bukti pengiriman.
Sebagian pegawai harus mencoba berkali-kali dulu sebelum akhirnya berhasil. Ada yang terkendala di tengah-tengah pengisian, karena lupa data anggota keluarga yang harus diisi. Mereka disarankan untuk menyimpan sementara data yang sudah terisi, dan bisa melengkapinya kemudian setelah di rumah supaya tidak harus mengisi dari awal lagi.
Beberapa orang ada yang NIK dan Nomor KK ditolak. Menurut Awang, hal ini kemungkinan disebabkan data NIK dan KK yang bersangkutan belum diperbaharui. Pasalnya, data yang dijadikan dasar BPS merupakan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tahun 2019 lalu. Kepada mereka disarankan untuk memperbaharui datanya dulu, atau sensus tahap 2 yang akan dilaksanakan petugas sensus dari rumah ke rumah Bulan Juli mendatang.
Beberapa pegawai yang sudah sempat mengisi pertanyaan, ada yang terkendala saat pengiriman. Begitu bersemangat dan antusiasnya, mereka tetap bertahan meski rekan-rekan lain yang sudah berhasil kembali ke tempat tugas masing-masing, Petugas BPS yang mendampingi dengan sabar membantu mereka sampai berhasil mendapatkan bukti pengiriman.





271 View